Tren, Data Perilaku Komuter, dan Kenapa Brand Harus Bergerak Sekarang
Out-of-Home advertising (OOH) sedang memasuki era baru.Bukan lagi sekadar media besar di ruang publik, tetapi menjadi titik sentuh yang semakin pintar, terukur, dan terhubung dengan perilaku digital.
Di kota besar seperti Jakarta, masyarakat bergerak menggunakan transportasi publik, berulang melalui rute yang sama, dan tanpa sadar melihat media yang sama setiap hari. Itu artinya, brand memiliki kesempatan untuk membentuk ingatan konsumen melalui repetisi dan kedekatan yang konsisten.
Berikut adalah 5 format OOH yang diprediksi akan menjadi pusat perhatian dan investasi brand pada 2026.
1. Transit Media 2.0
(TJ, KRL, MRT, LRT)
Transit bukan lagi sekadar media tempel.
Dia sudah menjadi bagian dari kehidupan komuter.
Kenapa akan booming?
- Rute perjalanan sama setiap hari → repetisi tinggi
- Moment of waiting → perhatian lebih besar
- Infrastruktur makin besar → kapasitas exposure meningkat
- Frekuensi terlihat jauh lebih sering
Transit media menciptakan brand familiarity dan recall secara alami — itulah yang diburu brand saat ini.
2. Interactive OOH
(QR Scan, Motion, AR)
Ini adalah jembatan paling cepat antara offline ke online.
OOH yang bisa disentuh, di-scan, atau bereaksi akan memungkinkan brand:
- Mengukur performa kampanye (scan, klik, promo claimed)
- Meningkatkan engagement pengguna
- Mengarahkan traffic langsung ke funnel digital
- Sangat efektif untuk promo jangka pendek
Brand tidak lagi hanya pamer visual — tapi mengundang aksi langsung.

3. OOH Kontekstual (Real-Time)
Iklan yang menyesuaikan cuaca, waktu, bahkan traffic
Contoh :

Media yang bisa berubah sesuai momen memberi emosional relevan yang kuat. Audiens akan merasa iklan itu “make sense banget hari ini”.
4. Pop-Up Public Activation
(Micro Events)
Brand sudah bosan cuma pasang visual.
Sekarang mereka ingin interaksi langsung dengan audience.
Keunggulannya:
- Biaya lebih rendah dari event besar
- Engagement tinggi karena orang suka foto + share
- Bisa dikombinasikan dengan OOH untuk efek omnichannel
OOH berubah menjadi experience.
5. OOH Visual Generatif (AI)
Visual yang berubah otomatis mengikuti kondisi
AI membuat konten iklan lebih dinamis:
- Variasi visual tanpa batas
- Biaya kreatif lebih efisien
- Cocok untuk layar digital yang semakin banyak di kota
Bukan lagi 1 visual untuk 1 kampanye, tapi puluhan versi untuk 1 audience journey yang sama.
Kenapa Brand Harus Mulai dari Sekarang?
Tren ini bukan prediksi kosong.
Sudah terlihat 3 indikasi kuat:
1️⃣ Perilaku komuter yang semakin kuat sebagai target market
2️⃣ OOH menjadi bagian dari digital performance — bisa diukur dan dikonversi
3️⃣ Kota dan publik space menjadi arena branding yang kompetitif
Brand yang memulai lebih awal akan memiliki “cost advantage” dan top-of-mind lebih lama.
Kesimpulan
OOH bukan lagi “media pelengkap”.
OOH adalah prime media yang:
✔ Tidak bisa di-skip
✔ Tidak bisa di-scroll
✔ Tidak bisa di-mute
✔ Dekat dengan kebiasaan harian konsumen
Jika eksekusinya tepat, OOH mampu meningkatkan brand recall secara signifikan dan mempercepat konversi melalui funnel digital.
Konsultasikan Strategi OOH Campaign Anda
Di Aruna Agency, kami membantu brand untuk Stand Out di public space, mulai dari billboard, halte, branding bus, hingga experiential activation.
Jika Anda sedang mempersiapkan campaign 2025–2026, kami siap bantu dari insight hingga eksekusi end-to-end.
Email: ihzam@arunaciptamedia.com
WhatsApp: 081-999-326-999





